BTS
Monday, August 29th, 2005Minggu, 8/28/2005 9:15:22 PM
Berbekal data lalu-lintas SMS yang terekam di mesin operator, Polda
Metro Jaya berhasil mengungkap penculikan terhadap warga negara Malaysia,
Richard Lo (30). Sinyal ponsel yang terhubung ke Base Transceiver
Sistem (BTS) terdekat, memudahkan pengungkapan lokasi.
Penculikan terhadap warga negara Malaysia ini, sudah berlangsung sejak
21 Juli 2005 lalu. Pesan singkat (SMS) yang dikirimkan pelaku kepada
keluarga, menjadi modal pelacakan lebih lanjut oleh Polisi. SMS tersebut
dikirim dengan maksud meminta uang tebusan, dan tentu saja tanpa
memberitahukan lokasi persembunyian mereka.
Tim Polda Metro Jaya yang dipimpin Kasat III Jatanras Polda Metro Jaya,
AKBP Firly berhasil menggrebeg persembunyian penculik, pada 23 Agustus
2005, pukul 18.00 WIB.
AKBP Firly menolak menjelaskan secara detil proses penyidikan yang
dilakukan, dengan alasan ini baru penyelidikan awal. Dia hanya mengatakan
bahwa setelah dilacak melalui mesin di operator, BTS menunjukan korba
berada di Jalan Swadaya RT 15/RW 08 Kelurahan Kebayoran Lama Utara,
Jakarta Selatan.
"Hal ini berdasarkan print out yang diperoleh Polda Metro Jaya dari
pesan singkat penculik kepada keluarga korban," kata Firly di Mapolda
Metro Jaya Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Sabtu (27/8/2005).
Setelah mendatangi lokasi persembunyian, Polisi berhasil menangkap S
(37) dan HR (35) sebagai pelaku penculikan.
Menurut AKBP Firly, terdapat dua orang yang dicurigai sebagai pelaku
utama dalam kasus ini yaitu Y dan D dan lima pelaku pembantu lainnya
yakni F, G, AD, AT dan R. "Sampai saat ini mereka masih dalam pencarian,"
ungkapnya.
Penculik meminta uang tebusan sebesar Rp 500 juta pada orang tua
korban. Orang Tua korban sempat menyetor sejumlah uang sebanyak dua kali.
"Pertama 200 RM ke rekening D, dan yang kedua Rp 40 juta ke rekening Y,"
tutur Firly.
Bantuan Sinyal Ponsel
Secara teknologi, telekomunikasi seluler memungkinkan pelacakan lokasi
di mana ponsel berada. Telekomunikasi seluler berbasis cell (sel), di
mana sel merupakan satuan lokasi terkecil dengan BTS ada di
tengah-tengahnya.
BTS menjadi penerima dan penerus pesan — baik dalam bentuk teks maupun
suara — yang dikirim melalui ponsel. Ponsel yang melakukan aktivitas
telekomunikasi, bisa terdeteksi keberadaannya karena berkomunikasi
dengan BTS terdekat.
Data lalu-lintas telekomunikasi seluler tercatat di mesin (SMSC) milik
operator. Dari situ BTS yang memang diketahui lokasinya, bisa menjadi
petunjuk suatu tempat.
Korban penculikan bercerita bahwa dirinya selalu berpindah-pindah
selama masa penyekapan. "Pertama kali saya ditaruh di Hotel Cempaka, dan
menginap satu malam. Lalu pindah ke Hotel Sofyan Cikini, Hotel Bintaro,
dan terakhir dipindahkan ke sebuah gudang selama empat hari," kenang
Richard.
Sekarang dirinya mengaku sudah tenang karena sudah bisa bertemu anak
istri. "Terima kasih pada polisi Indonesia yang telah mengungkap
penculikan ini dengan cepat," ujar Richard.
Akibat kejadian ini, pekan depan orang tua Richard akan menjemput
dirinya untuk kembali ke Malaysia.